LPSK Blog & Video Competition 2017

LPSK Blog & Video Competition 2017

ABW Jogja Education & Training Center kembali bekerjasama dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK RI) mengajak seluruh masyarakat   Indonesia untuk melindungi dan menyelamatkan orang di sekitar atau siapapaun yang menjadi korban  dan atau saksi kejahatan berat, seperti perkosaan, pembunuhan, dan kasus kriminal, seperti korupsi, human traficking dan berbagai kejahatan lain yang  dengan karya.

Tuangkan ide kalian dalam bentuk artikel blog atau video yang dapat memotivasi dan menginspirasi masyarakat untuk berani melapor dan bersaksi. Raih Kesempatan Memenangkan Hadiah Total Rp. 50.000.000,-

 

Syarat dan Ketentuan :

  1. Peserta adalah Warga Negara Indonesia
  2. Peserta adalah individu untuk lomba blog dan bisa individu atau kelompok untuk lomba video
  3. Karya Blog dan Video merujuk pada tema besar “Diam Bukan Pilihan, Jangan Takut Bersaksi LPSK Melindungi”
  4. Karya yang dilombakan hasil karya sendiri dan belum pernah diikutkan dalam lomba apapun sebelumnya
  5. Karya tidak mengandung SARA dan Pornografi
  6. Pendaftaran lomba GRATISS

 

Mekanisme Lomba  :

  1. Cek informasi selengkapnya di eventlpsk.com
  2. Daftar dan Isi Data Diri
  3. Buat Karya Terbaikmu
  4. Upload karya di blog (untuk artikel) atau di youtube (untuk video)
  5. Share karyamu ke sosial media

Catat tanggal pentingnya :

  • 1 September- 31 Oktober  2017 : Pendaftaran dan Penerimaan Karya
  • 7 November 2017 : Pengumuman Nominasi Juara (Nominasi juara akan diundang ke Awarding di Yogyakarta)
  • 11 November 2017 : Pengumuman Juara dan Awarding Ceremony

 

Hadiah LPSK Blog Competition :

Juara 1. Mendapatkan Thropy dan Uang Pembinaan Sebesar Rp. 7.000.000,-

Juara 2. Mendapatkan Thropy dan Uang Pembinaan Sebesar Rp. 5.000.000,-

Juara3. Mendapatkan Thropy dan Uang Pembinaan Sebesar Rp. 3.000.000,-

Juara Viral Mendapatkan Thropy dan Uang Pembinaan Sebesar Rp. 3.000.000,-

 

Hadiah LPSK Video Competition :

Juara 1. Mendapatkan Thropy dan Uang Pembinaan Sebesar Rp. 10.000.000,-

Juara 2. Mendapatkan Thropy dan Uang Pembinaan Sebesar Rp. 7.000.000,-

Juara 1. Mendapatkan Thropy dan Uang Pembinaan Sebesar Rp. 5.000.000,-

Juara Viral Mendapatkan Thropy dan Uang Pembinaan Sebesar Rp. 3.000.000,-

 

 

Cek Informasi Lengkap di :

 

Doda-Dosa Pengasuhan – diambil dari tulisan Ibu Elly Risman

Doda-Dosa Pengasuhan – diambil dari tulisan Ibu Elly Risman

Dosa dosa Pengasuhan

Banyak sekali hal terjadi dalam pengasuhan yang merupakan kebiasaan atau sesuatu yang otomatis, tak bisa dikendalikan dan dilakukan berulang ulang oleh orang tua pada anaknya. Umumnya hal itu terjadi dalam keadaan yang terdesak, tegang, kurang waktu dan tergesa gesa.
Sebagai manusia, kita semua pernah berbuat salah bahkan dosa, termasuklah saya .

Dengan maksud baik dan mulia, almarhum ayah saya mengajarkan kami untuk menghormati setiap tamu yang datang kerumah kami dengan memberi mereka makan. Tergantung datangnya : bisa sarapan pagi, makan siang atau makan malam Beliau menginginkan tamu tamu itu makan dulu baru berbincang bincang. Karenanya, kalau lama saja sedikit ayah saya akan bertanya :”Sudah siap Ma atau Elly?, boleh cepat sedikit?”
Ini terjadi berpuluh tahun, maka sudah jadi kebiasaan pula bagi kami sekeluarga untuk menawarkan atau sudah langsung menyiapkan makan untuk tetamu kami bila waktu makan tiba, yah seadanya..

Air pancuran jatuhnya ke pelimbahan juga

Seiring dengan kebiasaan tersebut, maka jadi terbiasa pulalah saya mengatakan : “Cepat sedikit!” pada anak anak saya. Nah, setelah punya cucu, tak terelakkan saya menyaksikan bagaimana anak anak saya sering mengucapkan hal yang sama dalam cara yang berbeda pada anak anaknya. Terutama itu tadi, kalau buru buru, sudah telat dan situasi lain yang serupa.
Inilah yang saya sebutkan bahwa: Pengasuhan itu di turun
temurunkan .
Masalahnya masing masing keluarga mempunyai kebiasaan sendiri dan aturan serta harapan yang juga berbeda. Umumnya orang tidak menyadari bahwa kebiasaan pengasuhan yang dilakukannya sehari hari merupakan pengulangan dari bagaimana dulu dia diasuh. Hanya orang orang yang sungguh sungguh sadar ada yang salah dengan cara pengasuhannya dulu dan sudah sepenuhnya dirasakanya dampak tidak baik dari cara pengasuhan tersebut, yang berjuang untuk tidak melakukan hal yang serupa.
Jadi anak yang dibesarkan dengan tenang, kata kata yang baik dan suara yang lembut serta perlakuan yang respek, semua tertib dan teratur , akan menjadi orang tua yang sama pula bagi anak anaknya .Ringkasnya, anak yang dibesarkan dengan cubitan akan mencubit, dan yang biasa dengan pukulan akan menampar.
Saya punya sejuta cerita rasanya untuk dikisahkan…
Orang tua yang sangat mementingkan prestasi akademis anaknya, sehingga mengizinkan anaknya tidak memenuhi apapun tugas nya dirumah asal belajar dan les, akan memperlakukan anaknya serupa. Di keluarga itu pasti sering terdengar :’Ya sudah kalau yang kamu kerjakan itu belum selesai2 juga, tinggalin aja, nanti mama atau mbak Ilah yang ngerjain. Sana! selesaikan dulu pe-er dan tugas tugasmu!”

Hal apa yang dampaknya paling buruk?

Temuan dari penelitian yang bertahun tahun kami lakukan, menunjukkan bahwa cara pengasuhan yang berdampak sangat jauh dan dalam adalah: Ngomong dan sikap, termasuk bahasa tubuh orang tua..
Saya teringat benar akan pepatah :”Mulut kamu harimau kamu!” Betapa kata kata bisa akan memangsa kita kembali.
Anak sudah berjuang belajar demi memenuhi harapan orang tua, eh sudah ranking bahkan ada yang lulus ‘cumlaude’, tetap kurang dapat penghargaan. Dianggap sesuatu yang biasa atau “sudah semestinya!”, boro boro diberi hadiah, pelukan saja tinggal mimpi..
Banyak sekali saya menemukan bagaimana anak anak ini ketika dewasa kalau bisa pergi secepatnya dari rumah orang tuanya, sekolah kek, kawin kek.. pokoknya menjauh dari orangtua kandung sendiri. Ketika sudah berkeluarga mereka merasa tidak nyaman atau sudah ketakutan jauh sebelum orangtua nya datang mengunjunginya.Belum lagi super ketakutan kalau ortunya tersebut mengulang pula cara pengasuhannya pada anak anak mereka, yg notabene cucu cucu kandung ibu bapaknya
Kedengaran tidak sopan,tidak berbakti atau tidak tahu diri? Tapi itulah kenyataannya.
Seorang sahabat datang bertandang kerumah kami beberapa hari yang lalu. Kami mengenal menantu bahkan besannya.Dia menceritakan bagaimana terkejutnya dia menemukan menantu laki lakinya ini bukan saja sangat dekat tapi juga manja sekali dengan ibu mertuanya. Suatu hari mereka mendapat kiriman foto bahwa besan perempuan mereka dirawat di RS. Heran, dia bertanya kemenantunya kenapa tidak memberi tahu dan apakah menantunya ini sudah menengok ibunya? Sahabat kami ini sangat terkejut ketika mengetahui bahwa menantunya bukan saja tidak mau mengabari mertuanya tapi juga tidak mau melihat ibunya yang sakit!. Astagfirullah! . Ternyata, menantunya ini mengatakan bahwa dia tidak dekat dengan ibunya, karena ibunya selalu”ngomel”, bawaannya “salah mulu” kebanyakan nasihatin dan bukan saja miskin pujian tapi juga senyum!. “Mukanya bête aja” jelas menantunya. Apa yang terjadi berikutnya?, demi mengajarkan menantunya ini, sang mertua mengantarkan dan menemaninya untuk menengok ibunya sendiri.
Banyak sekali pasangan tidak bahagia, bahkan sampai kecucu menderita, karena dosa dosa pengasuhan ini.

Jadi bagaimana dong ?

Sekarang tantangan pengasuhan luar biasa, semakin hari semakin meningkat saja bahayanya. Dari buku sekolah yang mengandung unsur porno, kejahatan seksual dimana mana, tontonan, permainan dan lagu anak yang penuh hal buruk, narkoba terus menerus ditemukan dalam jumlah besar tapi kita tidak pernah dengar bagaimana akhirnya, dan ancaman pornografi diujung jemari anak kita yang mengganggu fungsi otaknya tanpa diawali dengan pengaruh terhadap prestasi akademisnya!
Alih alih menjauhkan anak dari berbagai pengaruh buruk dan jahat tersebut, kita bisa membuat mereka menjadikannya sebagai “pintu exit” dari situasi buram, gak nyaman dan menekan dari dalam rumah, kalau kita menurun temurunkan kan dosa dosa pengasuhan tanpa sengaja.
Saya mengajak diri saya dan anda orang tua terpelajar yang baik hati untuk mengenali dan kemudian meotong kebiasaan2 buruk dalam pengasuhan yang kita lakukan sehari hari.
Yuk kita sadari, jangan jangan ortu kita juga mewarisinya dari situasi yang tidak nyaman dulu dirumah beliau. Semua kan sudah berlalu, bahkan berpuluh tahun yang lalu. Jangan kan kita mampu mengendalikannya, tahu apa yang jadi penyebabnya saja tidak!
Paling gampang, yuk menerimanya sebagai kenyataan, lalu maafkan, minta ampunkan pada Allah, bicara selalu positif pada otak kita, dan mulailah ngomong dengan senyum terlebih dahulu. Senyum membantu untuk bikin relaks, Kalau lagi marah banget ya tarik nafas dua – tiga kali, tersenyum baru bicara.
Enak diomongin gak enak di kerjain, pasti anda bilang begitu. Ya iyalah, tapi ‘worth it’ untuk dicoba. Ngapain yang jelek jelek tetap disimpan iya khan, apa gunanya.
Nah selanjutnya, kalau lagi sendiri banyak banyaklah istigfar dan bayangkan anda membuang semua kebiasan lama tersebut sambil berulang ulang bilang sama diri sendiri : Aku harus merdeka, jiwaku merdeka dan pikiranku merdeka!
Hidup udah susah, jangan di susah susahin lagi
Selamat menyambut hidup yang lebih ringan dan bahagia untuk melahirkan generasi yang lebih bahagia!.
Luv u all

Bekasi 30 Juli 207
Elly Risman
#Parentingeradigital

Tidak Sempat Mengasuh dan Membimbing Anak Karena Sibuk Bekerja? Ini Solusinya

Tidak Sempat Mengasuh dan Membimbing Anak Karena Sibuk Bekerja? Ini Solusinya

Anda para ibu yang bekerja, di jaman yang serba tak pasti ini, tentu menginginkan anak-anak anda aman dan nyaman selama anda bekerja. Kini dibuka layanan baru Taman Penitipan Anak Widya Kusuma. Menerima pendaftaran pengasuhan anak mulai usia 6 bulan. Percayakan anak-anak anda pada bunda2 Widya Kusuma yang berkomitmen dan berdedikasi untuk mengasuh dan membimbing buah hati anda agar dapat bertumbuh dan berkembang dengan optimal.
Anak aman, Ibu Nyaman.
Untuk informasi dan pendaftaran hubungi Ibu Wikan 085641245977

Semua Ini Terjadi Karena Peristiwa di Tahun 1976

Semua Ini Terjadi Karena Peristiwa di Tahun 1976

Sanggar Belajar ABW didirikan oleh Bapak R. H. Sarwoko MK pada bulan Juni tahun 1976. Sanggar Belajar ini didirikan untuk merespon permintaan yang sangat banyak dari masyarakat yang ingin meningkatkan pemahaman putra -putri mereka terhadap mata pelajaran matematika dasar yang saat itu menjadi ‘momok’ bagi sebagian besar siswa sekolah dasar.

Bapak Sarwoko memulai karirnya sebagai guru sekolah dasar di Yogyakarta. Atas dedikasi dan komitmennya yang luar biasa di dalam memajukan dunia pendidikan dasar, dan kemampuannya mengajar dengan cara yang sistematis sehingga membuat matematika menjadi mudah bagi anak-anak, maka TVRI Yogya, sebagai satu-satunya stasiun TV di Kota Jogjakarta pada masa itu, meminta bapak Sarwoko mengisi acara berjudul “Kami Bantu Anda”.

Acara ini berlangsung seminggu sekali dan membahas tentang matematika dasar. Ratusan ribu siswa telah terbantu dan menjadi pandai berkat tayangan ini, sehingga tidak heran, tayangan ini bisa bertahan selama lebih dari 20 tahun.

Berawal dari siaran inilah maka masyarakat luas, terutama di kota Yogyakarta dan Jawa Tengah menjadi tahu dengan kemampuan pak Sarwoko yang luar biasa di dalam mengajar dan mendidik siswanya. Sanggar Belajar ABW didirikan dan mendapat respon yang luar biasa besarnya. Dan menjadi sanggar belajar pertama dan terbesar di Jogjakarta

Tips Memilih Bimbingan Belajar Yang Baik

Tips Memilih Bimbingan Belajar Yang Baik

Persaingan yang makin ketat di dalam melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, mengharuskan anak-anak kita belajar lebih efektif dan efisien. Jam belajar tidak harus panjang, namun harus efektif. Masalah yang muncul adalah, sering anak-anak tidak bisa mengatur jam belajarnya sendiri.Belajar juga menjadi tidak efektif karena banyak hal-hal yang mengalihkan perhatian dan konsentrasi mereka. Untuk itu kadang  belajar di lembaga bimbingan belajar menjadi suatu kebutuhan.

Sebagai orangtua, kita tentu menginginkan agar anak-anak belajar di lembaga bimbingan belajar yang berkualitas dan bisa  meningkatkan prestasi belajar anak-anak.  memilih bimbingan belajar harus cermat, agar tidak menjadi kontra produktif nantinya.

Berikut beberapa tips memilih bimbingan belajar yang baik :

1.    Perhatikan Lingkungan Bimbel

Lingkungan di sekitar bimbingan belajar harus kondusif bagi kegiatan belajar anak dan anak merasa nyaman. Lingkungan yang terlalu ramai, dekat jalan raya yang padat, sebaiknya dihindari. Kebisingan akan mengganggu konsentrasi anak  sehingga belajar menjadi tidak efektif.

2.    Fasilitas Bimbingan Belajar

Fasilitas bimbingan belajar harus lengkap dan bersih. Perhatikan apakah kamar mandi, wc atau toiletnya bersih dan terpelihara. Ruang kelas bersih dan nyaman. Lebih bagus lagi kalau ada jaringan wifi yang terpercaya.

3.    PERHATIKAN SILABUS DAN MATERINYA

Bimbingan belajar yang baik akan memiliki materi dan silabusnya tersendiri yang sudah terdokumentasi dengan baik dan selalu di update sesuai dengan perubahan kurikulum yang ditetapkan pemerintah. Orangtua harus ikut memperhatikan apakah modul yang digunakan sesuai dengan kebutuhan anak, sesuai dengan di sekolah atau tidak.

Bimbel yang baik tidak semata-mata hanya mengajarkan materi pelajaran, tapi juga harus mampu memberikan  materi motivasi dan pembentukan karakter dalam kegiatan belajar kesehariannya.

4. Perhatikan Jarak Antara Rumah Dengan Tempat Bimbingan Belajar

Ada beberapa pertimbangan lain yang tak kalah penting dilakukan sebelum memutuskan mengambil tempat bimbingan belajar untuk sang anak. Jarak antara bimbel dan rumah sebaiknya tidak terlalu jauh, agar anak tidak capai di jalan.

5.    Rasio Dalam Kelas Bimbingan Belajar

Bimbingan belajar yang baik adalah satu guru memandu tidak lebih dari 20  murid. Jika terlalu banyak siswa maka belajar menajdi tidak efektif karena terlalu ramai.
6. Biaya Bimbingan

Biaya bimbingan juga harus menjadi peritimbangan. pilih bimbingan yang memiliki skema pembiayaan yang rasional. Bimbingan dengan biaya yang terlalu mahal, tidak selalu berarti lebih baik dalam kualitas. Terkadang mahalnya biaya bimbingan belajar; lebih karena gedung yang digunakan bukan  milik sendiri, namun sewa, sehingga biaya sewa gedungpun harus  ditanggung oleh siswa bimbingan.

7. Perhatikan Guru atau mentor pengajarnya.

Banyak bimbingan yang asal-asalan merekrut tenaga pembimbing atau mentor. Bimbingan belajar yang baik akan merekrut pengajar yang berkualitas. Tingkat pendidikan yang tinggi, S1 bahkan S2 pada bidangnya dan memiliki kemampuan mengajar yang baik, sistematis dan mampu memotivasi siswa.

Nah, demikian tips-tips memilih bimbingan belajar yang baik. Semoga bermanfaat

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!